BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas memetakan lokasi demplot budidaya padi variatas unggul seluas 50 hektare di Desa Terusan Mulia, Kecamatan Bataguh. Pemetaan itu dalam rangka menjalankan program rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana.

"Kita membantu petani di Desa Terusan Raya, karena mereka terkena musibah, gagal panen, kebakaran, dan akibat kemarau panjang keasaman air naik," ungkap Kepala BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, Kamis (31/8/2017).

Ia menyebut, tahun ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganggarkan bantuan bencana sekitar Rp17 miliar. Bantuan itu nantinya akan diserahkan kepada para petani korban bencana dalam bentuk uang tunai. Uang itu diperuntukan membeli semua kebutuhan pertanian, seperti bibit, pupuk, dan lainnya.

"Kita membantu petani dalam bentuk uang. Mereka yang nanti mengelola baik dari buka lahan, beli bibit, pupuk tanam sampai panen. Dan ingat kita tidak mengambil alih tugas dan fungsi pertanian," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pada tahun ini juga ada 10 kecamatan untuk pasang surut yang akan dibangunkan jalan usaha tani. Panjang jalan bervariasi, mulai dari 2 kilometer hingga 4 kilometer. Selain itu, ada pula program pebelian kapur sebanyak 80 ton dan pembangunan tanggul sepanjang 9 kilometer di Kecamatan Dadahup.

Namun, bantuan itu khusus diperutukan bagi daerah pasang surut. Sedangkan daerah non pasang surut tidak masuk progaram rehabilitasi dan rekontruksi. 

"Memang ujian untuk kami BPBD dalam satu tahun ini untuk bisa mengelola anggaran dalam satu tahun bukan seperti anggaran tahunan. Kami diberi tangung jawab untuk memgelola angaran ini selama satu tahun demi membangun apa saja," beber Sinaga.

Ia berharap, pada tahun depan daerah hulu yang terkena dampak banjir bisa mendapat bantuan rehabilatasi dan rekontruksi pascabencan. Untuk itu, satu tahun ini merupakan ujian bagi BPBD Kapuas dalam menunjukan kemampuan mengelola anggaran dengan baik.

"Ini merupakan ujian terberat bagi kami. Kalau berhasil, untuk program pascabencana di Kapuas akan selalu dibantu dari BNPB. Di Indonensi, hanya kita Kapuas saja yang berani mengeluarkan dana tanggap darurat bencana sampai dua kali," pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-3)