BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski dibuka di level lebih rendah, harga minyak sawit mentah (CPO) menguat sejak pembukaan perdagangan Rabu (6/9).

"Laju positif harga CPO tersebut ditopang oleh performa apik minyak nabati lainnya di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) dan Dalian Commodity Exchange di China," kata tim analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya di Jakarta, Rabu.

Pulihnya harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berkat pulihnya sejumlah kilang di AS yang ditutup akibat badai Harvey juga turut memberikan sentimen positif terhadap harga CPO.

Laporan dari Societe Generale de Surveillance menunjukkan ekspor produk CPO Malaysia untuk bulan Agustus turun 0,1% menjadi 1.259.240 ton dari 1.260.143 ton di bulan Juli.

Sementara itu, survei Reuters menunjukkan suplai CPO Malaysia kemungkinan naik mendekati level 2 juta ton pada Agustus, seiring output berada dekat level tinggi 2-tahun. Output CPO Malaysia sendiri diprediksi untuk turun tipis menjadi 1,8 juta ton pada Agustus.

Ekspor CPO Malaysia pada Agustus juga diprediksi meningkat sebesar 1,6% dari bulan Juli menjadi 1,42 juta ton.

"Kenaikan ekspor diyakini dapat mengimbangi kenaikan output, mengingat permintaan dari India dan China diperkirakan akan tetap tinggi menjelang hari raya besar dalam beberapa bulan mendatang," kata tim riset Monex.

Secara teknikal, harga CPO masih berkesempatan menguji level resisten 2.820 ringgit per ton sebelum menuju target psikologis 2.900. Support masih terdapat di kisaran 2.700, break ke bawah level tersebut dapat memicu koreksi bearish kembali ke area 2.620. (NEDELYA RAMADHANI/m)