BORNEONEWS, Pangkalan Bun - CIMB Equities Research mempertahankan estimasi harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) di angka RM2.600 untuk 2017.
Dalam risetnya yang dikutip The Star, Kamis (7/9), CIMB Research mengatakan harga CPO dapat melampaui proyeksinya jika pemulihan pasokan minyak sawit tak sekuat yang diperkirakan, yang disebabkan kurangnya tenaga kerja di lapangan dan kondisi cuaca yang membuat pasokan minyak nabati lain mencukupi kebutuhan pasar.
“Kami memproyeksikan harga CPO diperdagangkan di kisaran RM2.400-RM2.700 pada September. Kami mempertahankan peringkat Netral untuk sektor ini. Saham pilihan kami tetap First Resources, Sime Darby dan Astra Agro,” katanya.
CIMB Research juga mengatakan survei terhadap 19 area perkebunan sawit di Malaysia, diperkirakan produksi CPO Malaysia akan turun 1% month-on-month menjadi 1,81 juta ton pada Agustus 2017.
Sementara itu, produksi minyak sawit nasional sepanjang tahun ini mencapai 36 juta ton, atau lebih tinggi dari perkiraan semula yang hanya 35 juta ton berkat kondisi cuaca yang semakin membaik.
"Pada semester I tahun ini, produksi komoditas perkebunan sawit telah mencapai 21 juta ton," kata Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, di Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Derom memperkirakan, produksi minyak sawit mentah nasional pada Juli 2017 mencapai 3,40 juta ton. Dengan demikian, total produksi minyak sawit sepanjang Januari hingga Juli 2017 bisa menjadi 21,55 juta ton.
"Dengan cuaca yang baik seperti sekarang ini maka produksi Januari hingga Desember 2017 dapat mencapai 36 juta ton, proyeksi awal tadinya 35 juta ton," papar dia. (NEDELYA RAMADHANI/m)


