BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembangunan industri sawit berkelanjutan kini diadopsi oleh oleh hampir semua negara termasuk Indonesia, sebagai model pembangunan nasionalnya.
"Terdapat tiga pilar yang sama pentingnya dalam pembangunan berkelanjutan, yakni sosial, ekonomi dan lingkungan," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, di Jakarta, Senin (11/9/2017).
Konsep pembangunan berkelanjutan, menurut Fadhil, mengharuskan bahwa kebijakan dan program pembangunan harus berkeadilan dan merata, memiliki pertumbuhan, dan secara lingkungan dapat ditoleransi dan berkelanjutan (environmentally bearable).
"Pembangunan industri minyak sawit dewasa ini dan kedepan mengadopsi dan menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan. Namun, disadari bahwa pelaksanaan pembangunan berkelanjutan layaknya sebuah perjalanan, karena perbaikan dan penyempurnaan harus dilakukan secara terus menerus menuju tujuan akhir yang ingin dicapainya," papar dia.
Terdapat 17 tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang secara garis besar mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, dalam konteks industri minyak sawit setidaknya terdapat tujuh tujuan yang relevan dengan pembangunan industri minyak sawit berkelanjutan.
"Dalam arti ini, industri minyak sawit dapat memberikan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini relatif stabil pada angka 5%, jika dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung dalam G-20, pertumbuhan ini relatif baik, bahkan sebenarnya merupakan pertumbuhan tertinggi ketiga setelah India dan Tiongkok," ujar Fadhil.
Fadhil menambahkan, jika melihat pertumbuhan produksi minyak sawit yang terus meningkat sehingga pada 2016, Indonesia menghasilkan 34 juta ton minyak sawit.
"Dengan komposisi sekitar 25% merupakan konsumsi domestik dan 75% ekspor, maka sumbangan minyak sawit untuk ekonomi nasional semakin nyata. Namun, yang menarik selain dari besaran produksi adalah komposisinya, dan ternyata pertumbuhan produksi minyak sawit tertinggi dihasilkan dari perkebunan rakyat dibandingkan dengan perkebunan besar swasta maupun negara," pungkasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








