BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat di awal perdagangan Senin (11/9/2017), dan kembali mendekati level tertinggi enam setengah bulan yang dicapai pada pekan lalu.
"Turunnya produksi Malaysia serta pelemahan kurs ringgit memberikan dorongan penguatan bagi CPO," kata Analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra dalam risetnya di Jakarta, Senin.
Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan produksi minyak sawit Malaysia pada Agustus turun sebesar 0,9% dibandingkan Juli, menjadi 1,81 juta ton. Pada periode yang sama, ekspor dilaporkan naik 6,43%, sementara stok bertambah sebanyak 8,79%.
Dolar AS yang mendapat momentum penguatan dari meredanya kecemasan kemungkinan shut down pemerintahan AS, membuat kurs ringgit melemah untuk pertama kalinya setelah menguat tajam dalam empat hari beruntun.
Pada pukul 13:04 WIB, CPO diperdagangkan di kisaran 2.780 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia, dengan rentang potensial 2.745 – 2.790 pada hari ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)








