BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) dibuka menguat pada Selasa (26/9/2017), setelah anjlok ke level terendah dalam lebih dari sebulan akibat pelemahan minyak kedelai dan penurunan tingkat permintaan India dan Tiongkok.

"Kenaikan harga minyak mentah sebesar 3% pada Senin (25/9) telah memberikan sentimen positif pada harga CPO, ditambah dengan data ekspor produk CPO Malaysia dari Intertek Testing Services dan Societe Generale de Surveillance yang menunjukkan kenaikan sekitar 15-16% dalam periode 1-15 September," kata Departemen Riset PT Monex Investindo Futures dalam risetnya di Jakarta.

Salah satu trader di Kuala Lumpur mengatakan bahwa tingkat permintaan mulai turun, tampaknya pemintaan yang tinggi dari dua konsumen besar dunia, India dan Tiongkok, mulai pudar dan mungkin bisa berlangsung hingga akhir tahun.

"Sebelumnya, Tiongkok dan India telah menambah tingkat permintaannya menjelang festival mid-Autumn dan Diwali di bulan Oktober, di mana tingkat konsumsi biasanya meningkat," imbuh tim analis Monex.

Sementara itu, harga minyak kedelai turun 1% di Chicago Board of Trade pada Senin, sedangkan minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange turun sebesar 1,1%.

"Secara teknikal, harga CPO masih berpotensi untuk pulih ke level 2.735 ringgit per ton hari ini, dengan penembusan ke atas level tersebut akan membuka jalan untuk kenaikan menuju level 2.790. Sementara untuk pergerakan turun, break ke bawah level support 2.680 akan memicu tekanan turun lebih lanjut menuju support di level 2.570. (NEDELYA RAMADHANI/m)