BORNEONEWS, Palangka Raya - Banyak orang tidak mengetahui atau pura-pura tidak tahu bahwa bukan hanya anjing yang menjadi penebar virus rabies. Ada tiga binatang penebar virus rabies atau tepatnya, yang bisa mengidap rabies yakni anjing, kucing dan kera. Namun saat ada kasus gigitan anjing selalu dianggap rabies sementara kedua hewan lainnya dianggap biasa sehingga kerap mengalami keterlambatan penanganan.

"Binatang pembawa virus rabies itu ada tiga tapi memang yang dipermasalahkan orang biasanya anjing. Selain karena di Palangka Raya terutama banyak anjing berpemilik yang dibiarkan berkeliaran begitu saja, populasi anjing terlantar juga banyak. Padahal kucing dan kera juga merupakan hewan pembawa virus rabies," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, Sabtu (21/10/2017).

Menurut drh Eko, baru-baru ini ada dua kasus gigitan anjing. Yang satu dinyatakan positif rabies sementara yang satu lagi tidak diketahui karena anjing yang menggigit telah dibunuh bahkan dimasak oleh pemiliknya.

"Ini juga kelemahan kita di Palangka Raya. Masih banyak warga pemakan anjing sehingga ketika anjing yang menggigit itu dibunuh kita tidak akan tahu apakah positif rabies atau hanya menggigit karena alasan lain," pungkasnya.

Sementara itu Sutris, salah seorang korban gigitan anjing di Palangka Raya mengaku bahwa dirinya belum pernah memberi vaksin rabies kepada anjing peliharaannya. Anjing bernama Boni ini kemudian diketahui menggigit tamu yang datang ke rumah Sutris beserta Sutris sendiri. Saat dibawa ke dokter hewan, Boni dinyatakan positif rabies.

"Saya memang tidak sempat membawa Boni untuk divaksin rabies padahal umurnya sudah 5 bulan. Ini kalau bisa jadi pelajaran juga untuk yang lain supaya saat anjing sudah berumur 3 bulan untuk segera divaksin rabies," kata Sutris. (TESTI PRISCILLA/B-5)