BORNEONEWS, Sampit - Komandan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah mengimbau warga yang tinggal di tepi Sungai Mentaya, terutama daerah Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar tidak mengandangkan atau menaruh ternaknya di sekitar rumah.
Hal tersebut agar tidak memancing kedatangan buaya. Karena hewan dilindungi tersebut akan mengincar ternak tersebut, sehingga hal itulah yang bisa membuat predator itu naik ke teras rumah.
"Kalau bisa ternak seperti ayam atau itik di taruh di belakang rumah saja. Karena kalau di depan atau di samping, maka akan mengundang buaya datang," ujar Muriansyah.
Beberapa hari lalu BKSDA Pos Sampit sudah melakukan survei ke Selatan, terutama di Kecamatan Pulau Hanaut, di mana memang benar ada buaya yang 'mengetuk' pintu rumah warga yang tinggal di Desa Bapinang Hilir. Dan hal itu terjadi karena warga tersebut menaruh kandang ternaknya di depan rumah.
"Rumahnya sangat berdekatan dengan Sungai Mentaya, sehingga saat air pasang malam hari, buaya naik ke teras rumah warga tersebut untuk mengincar ternak. Dan saat itulah ada bunyi ketukan pintu dan ternyata setelah dibuka adalah buaya," kata Muriansyah.
Namun, untuk ukuran buaya diduga kuat panjangnya tidak sampai tujuh meter. Hanya sekitar tiga sampai empat meter. Hal itu sudah dikonfirmasi kepada warga tersebut, dan dia membenarkan.
"Kalau ukuran hanya sekitar tiga sampai empat meter saja," kata Muriansyah.
Menurutnya, aktivitas buaya muara di kawasan tersebut memang banyak dikeluhkan warga. Pihaknya mengimbau warga di sana berhati-hati saat beraktivitas di sungai. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








