BORNEONEWS, Sampit - Entah apa yang ada di pikiran MD, warga Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini. Pria 36 enam tahun tersebut nekat menyerang Darman (44) dengan cara menusuk korban menggunakan tombak hingga tewas, Rabu (25/10/2017) malam tadi.
Pelaku melakukan penyerangan di rumah korban di Desa Kelampan, Kecamatan Pulau Hanaut. Bahkan aksi tersebut dilakukan pelaku di depan istri korban.
"Istrinya melihat langsung saat suaminya diserang dengan tombak, hingga mengenai beberapa bagian di tubuhnya," ujar paman korban, Sugian, saat membawa jenazah korban di Kamar Jenazah RSUD Dr Murjani Sampit, untuk dilakukan visum, Kamis (26/10/2017) siang ini.
Dari data yang dihimpun, kejadian itu terjadi saat pelaku menggunakan sepeda motornya membawa sebuah tombak dari rumahnya di Natai Baru.
Pelaku menuju daerah Palingkau, Kecamatan Teluk Sampit, yang mana ada penyedia jasa penyebarangan dengan menggunakan perau kelotok pada Rabu (25/10/2017) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Sesampainya di seberang, yakni Desa Kelampan, pelaku langsung menggembosi ban motor korban. Setelah itu, pelaku memancing agar Darman keluar dari dalam rumahnya.
Setelah mendengar seperti ada orang yang memanggil dengan suara teriakan, korban pun langsung ke ruang tamu rumahnya dan membuka horden di jendela yang berkaca.
Pada saat itulah, pelaku langsung menyerang korban dengan menombak kaca hingga mengenai tangannya dan perut sebelah kiri. Setelah itu, pelaku kembali masuk ke rumah korban dan menyengnya lagi dengan mengarahkan tombak ke punggung, hingga membuat korban tewas.
"Saat itu korban sempat berjalan ke depan ruang tengah rumahnya. Sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya," kata Sugian.
Sedangkan pelaku yang melihat korbannya tewas, langsung pergi. Namun berhasil ditangkap oleh jajaran Polsek Sungai Sampit, yang saat itu langsung mencegat pelaku di Jalan HM Arsyad. Karena pelaku saat itu masih membawa tombak yang digunakannya untuk membunuh. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








