BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta perusahaan perkebunan sawit harus melakukan efisiensi untuk menyiasati perubahan harga minyak sawit yang terus berfluktuatif.

"Hanya perusahaan efisien yang bisa bertahan dalam situasi ekonomi seperti saat ini. Fluktuasi harga CPO akan terus terjadi," kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Laporan keuangan perusahaan perkebunan kelapa sawit pada kuartal III tahun ini menunjukkan perbaikan kinerja pendapatan.

"Indikator kinerja perusahaan sawit ini tidak hanya berkaitan dengan harga karena harga CPO akan terus berubah. Industri perkebunan kelapa sawit saat ini sudah memperhatikan efisiensi pengeluaran, ketika harga CPO turun, perusahaan yang efisien akan dapat bertahan," papar Joko.

Joko menambahkan, efisiensi ini juga penting guna menyiasati penurunan produksi akibat cuaca serta moratorium ekspansi lahan dari pemerintah.

"Kebijakan moratorium tidak ada hubungan langsung dengan penjualan, tapi jangka panjang," ujarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)