BORNEONEWS, Sampit - Kasus kematian Nur Fitri hingga kini masih misterius. Polisi masih terus melakukan pendalaman penyilidikan. Belum ada tersangka dalam perkara dugaan pembunuhan yang terjadi sejak 14 Oktober 2017 tersebut. Dan perkembangan terkini, Polres Kotim dan Polda Kalteng sedang menunggu hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

"Kasus ini masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri. Kami berharap dapat segera diselesaikan agar pihak korban tidak menunggu terlalu lama," ucap Kapolres Kotim AKBP Muchtar S Siregar melalui Kasatrskrim Polres Kotim AKP Samsul Bachri, Jumat (8/12/2017).

Kematian perempuan berusia 24 tahun tersebut sempat gegerkan warga Sampit. Jenazah korban ditemukan di Jalan Pramuka, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (14/10/2017) silam, sekitar pukul 05.30 WIB.

Hasil visum di RSUD Murjani Sampit, korban kelahiran Kuala Pembuang, Seruyan yang berdomisili di Jalan Iskandar 18, Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kotim itu mengalami trauma benda tumpul di bagian kepala belakang sehingga mengeluarkan darah di bagian hidung, di bagian kaki korban juga terdapat luka lecet. Namun tidak temukan bekas-bekas tindak asusila dan barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)