BORNEONEWS, Palangka Raya - Agus Sukartini (35) dan anaknya Hafiz (7) merupakan salah satu dari 24 penumpang Bus Damri yang selamat dari maut. Sukartini juga sempat terlempar keluar dari bus hingga beberapa meter pasca bus yang ia tumpangi bertabrakan dengan truk di Jembatan Tumbang Nusa, Minggu (18/12/2017) siang.

Menurut keterangannya, sebelum kejadian, sempat terselip dalam pikirannya akan terjadi tabrakan. Ini karena truk yang meluncur dari arah Palangka Raya mendadak memakan jalur bus. Sontak ia pun langsung mendekap anaknya erat-erat.

"Saya waktu itu tidak tidur. Sempat ada perasaan. Kemudian saya gendong dan dekap anak," katanya saat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin (18/12/2017).

Dia menuturkan, posisinya saat itu berada di kursi tiga dari depan. Ia juga melihat bus sudah minggir bahkan mepet trotoar ketika truk mulai memakan jalur bus.

"Kemudian setelah tabrakan saya terlempar dari bus," tuturnya.

Peristiwa kecelakaan maut itu menewaskan sopir truk Ibnu Ady Wicaksono (27). Kemudian tujuh luka berat dan 13 luka ringan. Namun jumlah yang meninggal bertambah jadi dua setelah penumpang bus Kateno menghembuskan napas terakhir di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin (18/12/2017) pagi. (BUDI YULIANTO/B-5)