BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Usai rebound tajam pada akhir pekan lalu, harga CPO diprediksi akan melanjutkan kenaikannya pada perdagangan awal pekan ini.
Hal itu mengacu pada Malaysia, yang mengatakan akan menurunkan pajak ekspor CPO miliknya menjadi 5,5% pada Januari, dari 6% pada Desember, kata Tim Analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya di Jakarta, awal pekan ini.
Di sisi lain, cargo surveyor seperti Societe Generale de Surveilance melaporkan penurunan ekspor CPO malaysia sebesar 10,7%, sementara Intertek Testing Services melaporkan ekspor CPO Malaysia turun 9,6%, keduanya untuk periode 1-15 Desember.
Suplai CPO Malaysia hingga akhir November naik menjadi 2,56 juta ton, level tertinggi sejak akhir 2015. Menurut salah satu trader, menurunnya tingkat produksi akibat faktor musiman akan terus menopang harga CPO.
"Secara teknikal, harga CPO berada dalam fase rebound, dengan penembusan ke atas level 2.400 ringgit per ton berpotensi melanjutkan rebound bullish menuju resisten 2.570. Support masih terdapat pada level psikologis 2.300 ringgit per ton," kata Monex. (NEDELYA RAMADHANI/m)








