BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ditutup melemah pada Selasa (19/12/2017), harga CPO sempat pulih berkat aksi bargain hunting investor.
Kecemasan tingginya suplai serta lambatnya permintaan ekspor masih menjadi faktor utama penekan turun harga CPO, kata Tim Analis PT Monex Investindo Futures dalam risetnya, Rabu (20/12/2017).
Tingkat suplai CPO di Malaysia, produsen terbesar kedua dunia, naik ke level tertinggi dalam hampir selama 2 tahun pada akhir November. Suplai CPO naik 16% menjadi 2,56 juta ton, menurut data pemerintah pekan lalu, sementara tingkat permintaan turun hampir 12% menjadi 1,35 juta ton pada November.
Menurut salah satu trader, output CPO biasanya berkurang setiap akhir tahun sebelum kembali naik di kuartal kedua tahun berikutnya, sehingga kemungkinan pergerakan turun harga CPO akan terbatas jelang akhir 2017.
Pasar kini akan menantikan data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-20 Desember yang akan dirilis hari ini oleh Intertek Testing Services dan Societe Generale de Surveilance.
"Secara teknikal, harga CPO masih berada dalam fase rebound bullish mencoba kembali ke atas level 2.470 ringgit per ton," sebut Monex.
Untuk pergerakan turun, hanya break ke bawah 2.300 yang dapat kembali melanjutkan outlook bearish. (NEDELYA RAMADHANI/m)








