BORNEONEWS, Sampit - Serangan buaya belakangan ini semakin menakutkan. Setelah warga di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu disambar buaya, kini giliran warga wilayah utara jadi sasaran predator tersebut.
Uneng, warga RT 8 Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim harus jadi korban. Tangannya disambar oleh buaya saat ia turun ke lanting ingin mengambil air untuk wudhu ketika hendak salat subuh.
Beruntung korban berhasil menyelamatkan diri meski tangannya menerima delapan luka. "Kejadiannya dini hari tadi, saat korban turun ke lanting mau mengambil wudhu, tanpa ia duga buaya dari dasar sungai muncul menyambar tangannya," kata Kepala Desa Sungai Paring M Yusuf, Kamis (28/12/2017) kepada Borneonews.co.id.
Menurut M Yusuf, buaya itu juga berupaya menyambar kaki korban. Namun, korban berhasil menyelamatkan diri dan lari ke darat.
"Korban hanya alami luka gigitan, beruntung ia berhasil melepaskan gigitan itu, meski buaya sempat berupaya menyambar kakinya lagi ingin membawanya ke dasar sungai," ucap Yusuf.
Kejadian itupun membuat gempar masyarakat sekitar, seusai mengetahui buaya sungai mulai mengganas. "Terkejut juga tadi dapat kabar korban disambar buaya, padahal selama ini tidak pernah terjadi, beruntung korban tidak apa-apa," tutur Suedy, warga sekitar.
Warga menduga, buaya itu lapar sehingga menyasar masyarakat yang melakukan aktivitas di lanting. Apalagi sejak bertahun-tahun hingga sekarang warga setempat melakukan aktivitas sehari-hari memanfaatkan sungai Cempaga tersebut. (NACO/B-2)
Warga Disambar Buaya saat Ambil Air Wudhu
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Sembuluh Dikejutkan Buaya Terjerat Jala Saat Mencari Ikan
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Komentar (0)
Memuat komentar…







