BORNEONEWS, Sampit - Sebelum buaya menyambar Uneng warga Desa Sungai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, buaya di sungai sudah beberapa kali terlihat oleh warga muncul di sekitar sungai di RT 8.
"Namun selama ini buaya ini tidak pernah mengganggu warga, tapi sering muncul terutama pada malam hari," kata M Yusuf, Kepala Desa Sungai Paring, kepada Borneonews.co.id.
Buaya sungai yang ukuran mencapai 3 meter denga bobot yang cukup besar itu sering kali menampakan diri di seberang pemukiman warga.
Kemunculannyapun kerap kali menarik perhatian warga, namun warga tidak sampai menduga kalau buaya tersebut menyerang warga.
"Cukup mengejutkan juga tadi dapat kabar, karena beberapa tahun ini tidak pernah terjadi buaya menyerang warga," katanya, Kamis (28/12/2017).
Pasca kejadian itu warga Sungai Paring mulai ketakutan melakukan aktivitas di sungai, bahkan kejadian itu dengan cepat tersebar hingga ke penghujung desa tersebut.
Warga menduga buaya mulai mengganas karena habitatnya terganggu, sehingga predator itu mulai kesulitan mencari makanan.
Mulai dari aktivitas mandi, mencuci, hingga lainnya warga setempat selalu memanfaatkan keberadaan Sungai Cempaga tersebut.
Beberapa tahun silam, buaya sering muncul di muara Sungai Cempaga, namun belakangan terakhir ini buaya mulai menyasar ke anak sungai, hingga membuat resah warga. (NACO/B-6)








