BORNEONEWS, Sampit - Munculnya buaya belakangan ini diduga akibat maraknya penyetruman ikan yang dilakukan sejumlah orang di muara Sungai Cempaga, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur yang sejak dulu menjadi habitatnya.


"Beberapa pekan terakhir ini tiap malam sering dijumpai beberapa buah perahu mesin menyasar muara Sungai Cempaga sampai ke Desa Luwuk Bunter, saat dicek ternyata mereka menyetrum ikan," kata Rino warga Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kamis (28/12/2017).

Belum diketahui secara pasti warga dari mana yang menyetrum ikan tersebut, namun ada sejumlah warga menyebut penyetruman itu dilakukan oleh warga dari wilayah Kecamatan Kota Besi yang sengaja mencari ikan di wilayah tersebut.

"Mereka menyetrum di wilayah yang tidak ada penduduknya, disekitar ujung desa, kalau ke desa mereka tidak berani, karena pasti dimarahi warga kalau ketahuan menyetrum," katanya..

Warga menduga mengganasnya buaya salah satu penyebabnya akibat maraknya penyetruman ikan tersebut, sehingga mengganggu habitat buaya di muara Cempaga itu. Mereka berharap pelaku penyetruman itu ditindak tegas.

Selain mengganggu habitat buaya kegiatan tersebut juga merusak lingkungan sekitar. Warga yang biasanya mencari ikan sungai dengan cara memancing sejak maraknya penyetruman ikan mulai kesulitan. "Dulu kalau memancing enak saja cari ikan, sekarang cari seekor saja susah," ujarnya mengeluhkan. (NACO/B-6)