BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selama Desember 2017, harga minyak sawit mentah (CPO) melemah 3,8 persen, dan merosot hampir 20 persen sepanjang tahun lalu.
Pada perdagangan hari terakhir 2017, harga CPO juga turun dalam dua sesi berturut-turut akibat tekanan dari menguatnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS.
Harga CPO untuk kontrak Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melemah tipis 0,7 persen menjadi 2.503 ringgit ($618,94) per ton pada akhir perdagangan Jumat (29/12/2017).
Harga CPO mengalami tren penurunan sejak November, setelah India menaikkan pajak impor untuk minyak nabati ke level tertinggi dalam sedasawarsa terakhir, yang memicu penurunan permintaan.
Seorang pelaku pasar di Jakarta, awal pekan ini mengatakan bahwa peluang kenaikan harga CPO masih terbuka seiring dengan membaiknya performa ekspor dan menurunnya produksi.
Menurut dia, permintaan terhadap CPO diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan ketika China memborong untuk keperluan perayaan tahun baru China (Imlek). (NEDELYA RAMADHANI/m)








