BORNEONEWS, Buntok – Bangkai orangutan yang ditemukan di daerah tepian Sungai Barito tepatnya di bawah Jembatan Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, diduga kuat korban pembunuhan.
Hal itu diketahui setelah bangkai orangutan itu menjalani nekropsi (bedah bangkai) untuk mengetahui penyebab kematiannya, Kamis (18/1/2018).
Saat dilakukan nekropsi oleh Tim Forensik Polda Kalteng dan dokter hewan dari Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, ditemukan sedikinya 16 bekas luka tembak senapan angin di tubuh orangutan itu.
“Kita menduga kuat bahwa orangutan ini mati karena dibunuh. Sebab terdapat luka bekas tembakan senapan angin serta tanpa kepala,” kata Bubu, warga yang melihat pertama kali bangkai orangutan itu kepada Borneonews saat nekropsi.
Di tempat yang sama, salah seorang dokter forensik, Rica, mengatakan masih belum bisa membeberkan penyebab kematian orangutan karena bukan kewenangan pihaknya.
--page
“Hasilnya nanti akan kita sampaikan ke pihak kepolsian, baik Polda Kalteng maupun Polres Barsel,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-3)








