KUALA PEMBUANG –


BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sejak Progran Kartu Identitas Anak (KIA) di-launching secara resmi oleh Bupati Seruyan Sudarsono saat pembukaan Seruyan Expo 2017 di Lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang pada Sabtu (5/8), warga pun berbondong-bondong mengunjungi stand Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Seruyan.


"Sejak direamikan kita telah mencetak atau menerbitkan sedikitnya 300 KIA," kata Kepala Disdukcapil Seruyan Mansyur Ibrahim di Kuala Pembuang, Senin (7/8/2017).


Ia mengatakan, selain para orangtua, banyak juga pihak sekolah yang berinisiatif datang untuk menyampaikan permohonan KIA untuk murid mereka.


Bahkan, sudah ada beberapa Taman Kanak-Kanak (TK) yang secara kolektif mendaftarkan murid mereka untuk mendapatkan KIA.


Menurutnya, melihat dari antusias warga ini menunjukan bahwa program ini disambut baik oleh masyarakat. Dimana manfaat  kartu tersebut berguna untuk memudahkan pengurusan identitas diri seperti membuka tabungan di bank dan membuat paspor.


Program KIA ini juga sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan melatih anak untuk tertib administrasi kependudukan sejak usia dini, khususnya di Seruyan dengan kesadaran tertib administrasi kependudukan masih tergolong rendah.

"Saat ini mulai banyak orangtua berdatangan mendaftarkan anak mereka untuk mendapatkan KIA," terangnya.


Ia menjelaskan, untuk tahap awal, Disdukcapil telah menyiapkan 4.000 blanko KIA, dan kemungkinan pengadaan KIA akan kembali diajukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.


"Mengingat program ini baru mulai, jadi nanti kalau kurang baru kita tambah lagi," katanya.


Adapun, tambah Mansyur, mereka yang berhak mendapatkan KIA adalah anak yang berusia 0-17 tahun.


KIA terbagi dua jenis, yakni KIA umur anak 0-5 tahun dan 5-17 tahun kurang satu hari. Bedanya, KIA untuk anak berumur 0-5 tahun tanpa menggunakan foto, sedangkan KIA untuk usia 5-17 tahun kurang satu hari menggunakan foto.


"Pada dasarnya KIA itu sama seperti KTP sama-sama terdata dalam dokumen kependudukan, hanya saja jika KIA itu khusus untuk anak-anak," katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)