BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa waktu terakhir ini, gangguan satwa liar terhadap kebun penduduk makin marak. Di mana satwa dilindungi seperti orangutan dan juga beruang madu beberapa kali terlihat merusak kebun warga.
Hal tersebut diungkapkan Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, di mana sejak awal tahun kemarin, sedikitnya ada tiga laporan dari masyarakat yanh yang mengaku bahwa kebun mereka dirusak oleh orangutan dan juga beruang
"Awal tahun 2018 kemarin sudah ada dua laporan masuk gangguan satwa liar, dan baru beberapa hari terakhir ini ada lagi warga yang melaporkan bahwa kebunnya dirusak hewan dilindungi tersebut," ujar Muriansyah, Kamis (25/1/2018).
Namun, walaupun ada laporan tersebut, pihaknya hingga saat ini belum melakukan pengecekan ke lokasi. Sehingga tidak diketahui apakah benar adanya gangguan tersebut akibat satwa dilindungi atau tidak.
--page
Di mana untuk laporan tersebut ada yang berasal dari warga di Jalan Jenderal Sudirman Km 26 Sampit. Daerah tersebut ada gangguan oragutan. Dan sudah dilakukan pengecekan, namun yang merusak ternyata adalah beruang madu.
Selain itu ada juga di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi. Dimana warga melaporkan adanya gangguan satwa langka. Namun setelah diinventarisasi ternyata tidak ada laporan lanjutan terkait hal tersebut. Dan diperkirakan orangutan tersebut hanya melintas saja, bukan tinggal di daerah tersebut.
"Kalau yang beberapa hari terakhir ini di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang. Dimana orangutan merusak kebun kelapa sawit dan karet warga. Namun belum sempat kami melakukan pengecekan," terang Muriansyah.
Adanya gangguan tersebut memang menjadi perhatian pihaknya. Hal itu dilakukan karena ditakutkan menjadi konplik antara warga terhadap satwa dilindungi tersebut. Sehingga berakibat pada terancamnya nyawa keduanya.
Kemunculan satwa liar sendiri memang tidak dapat diantisipasi. Hal itu dikarenakan saat ini hutan yang menjadi habitatnya sudah mulai berkurang. Sehingga mereka mencari makan hingga datang ke daerah pemukiman. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








