BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pencetakan kartu identitas anak (KIA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami banyak kendala.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kobar Ranti Sitorus mengemukakan kendala tersebut.
"Dalam pembuatan KIA sendiri membutuhkan waktu selama dua hari dan alat mencetak hanya mampu 100 sampai 150 kartu per hari," terangnya.
Tidak hanya itu, terkadang server dari pusat mengalami masalah sehingga dalam memasukan data terhambat.
"Tinta untuk cetak sendiri terkadang tidak mencukupi untuk mencetak KIA. Kita hanya memiliki satu alat cetak KIA yaitu Fargo HDP5000," kata Ranti Sitorus, Sabtu (27/1/2018).
--page
Ranti juga mengatakan, pihaknya pernah mendata beberapa sekolah untuk proses pendaftaran KIA. Namun, printer yang dimiliki hanya mampu mencetak 100-150 kartu, sedangkan jumlah siswa yang didaftar sebanyak 1.000 lebih.
"Kami hanya memiliki alat cetak untuk KTP itu ada dua, sedangkan untuk KIA itu cuma satu saja. Itu kendala yang kami alami dalam mencetak KTP dan KIA," ucapnya.
Selain itu, jumlah blanko yang datang pun terbatas. (HARDI SARJITO/B-2)








