BORNEONEWS, Palangka Raya- Selain berkoordinasi sekaligus memasang papan plang peringatan di area terlarang, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng yang diterjunkan ke daerah Sungai Sebangau, Kabupaten Pulang Pisau juga memiliki tugas berat.
Yakni memikirkan caranya untuk menangkap buaya yang memangsa manusia. "Keberangkatan tim yang berjumlah delapan orang, sekaligus bagian dari proses penangkapan," kata Kepala BKSDA Kalteng Adib Gunawan kepada Borneonews, Selasa (30/1/2018).
Mengenai pawang buaya yang sebelumnya direncanakan akan didatangkan, sepertinya tidak terlaksana. Sebab, delapan orang yang masuk dalam tim tersebut ada di antaranya memiliki keahlian menangkap sang predator.
"Sebenarnya bukan pawang. Hanya saja, yang berangkat adalah teman-teman yang sudah berpengalaman mengatasi buaya," ungkapnya.
Sampai kapan tim BKSDA Kalteng berada di Sungai Sebangau?
--page
Ia menjawab tidak bisa ditentukan kapan waktunya. Semua melihat situasi dan kondisi mengingat menangkap predator ganas tidaklah semudah apa yang dibayangkan.
"Peringatan dengan memasang papan plang sudah dilakukan. Target kita adalah menangkap buaya yang memangsa manusia. Memang harus dilakukan, supaya masyarakat tenang, kita juga tenang," bebernya.
"Doakan semoga lancar dan tidak ada halangan apapun," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








