BORNEONEWS, Sampit - Gara-gara menegur tiga remaja yang asyik pesta lem, Bahran warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan delapan jahitan di lengan kanan akibat bacokan.
Menurut Sepan, pembacokan itu bermula ketika korban yang merupakan anak buahnya itu keluar dari kebunnya yang berlokasi di lingkar utara Sampit. Saat itu, Bahran melihat tiga orang sedang asyik ngelem di depan jalan keluar kebunnya.
Melihat hal tersebut, ia menegur mereka dan korban pergi. Tanpa ia duga, tidak lama setelah menegur tiga pelaku langsung mengejar dan memepetnya. Saat hendak melihat tiba-tiba saja ia dibacok.
"Kata korban, pelaku membacok ke arah lehernya, namun kena tangan. Setelah dibacok korban langsung dilarikan ke rumah sakit," kata Sepan, Senin (5/2/2018).
Korban menegur mereka saat itu, karena pelaku yang masih di bawah umur. "Korban tidak menduga, ia berani menegurnya karena melihat masih anak-anak, ternyata malah melawan, bahkan berupaya menghabisinya," ucap Sepan.
--page
Belakangan ini, lingkar utara kota memang sering dijadikan sebagai tempat nongkrong para remaja, baik itu ngelem, pesta minuman keras hingga mabuk zenith. "Makanya saya minta kepada teman-teman yang di situ jika melihat mereka ngelem atau mabuk tidak usah ditegur biar saja, daripada seperti itu mengancam keselamatan kita," ujarnya.
Bahkan setelah kejadian itu, tiga remaja yang sering nongkrong di lokasi tersebut tidak pernah kelihatan lagi. "Kalau melintas di lokasi itu hati-hati saja karena rawan," pungkasnya. (NACO/B-2)








