BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga Minyak sawit (CPO) berjangka naik ke level tujuh pekan tertinggi dan mengakhiri penurunan beruntun karena tekanan harga dari minyak kedelai AS dan kenaikan pajak impor di India.
Harga CPO naik 0,5 persen menjadi RM2.469 pada Jumat (2/3/2018), RM13 lebih tinggi dari RM2.456 yang tercatat selama pekan sebelumnya.
Societe Generale de Surveillance (SGS) melaporkan bahwa ekspor produk kelapa sawit Malaysia selama Februari turun 11 persen menjadi 1,168 juta ton dari 1,313 juta ton yang dikirim pada Januari.
"Pergerakan minyak kedelai AS mempengaruhi harga minyak sawit," kata Tim Analis Monex Investindo Futures di Jakarta, Senin (5/3/2018).
India, importir minyak nabati terbesar di dunia, menaikkan pajak impor minyak sawit mentah menjadi 44 persen dari 30 persen dan menaikkan pajak minyak sawit olahan menjadi 54 persen dari 40 persen, untuk mendukung petani lokal, juga mempengaruhi harga CPO.
--page
Meski pasar mencapai level tertinggi tujuh pekan, terbuka peluang penjualan. Situasi ini mengimbangi kenaikan sebelumnya dan mendorong momentum harga untuk bergerak turun. (NEDELYA RAMADHANI/m)








