SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mengembangkan budidaya ikan jelawat, yang saa ini komoditas tersebut telah menjadi ikon daerah ini. 

"Dalam hal ini Dinas Perikanan harus memperhatikan dan mencari solusi agar budidaya ikan jelawat ini bisa terus dimaksimalkan. Karena Jelawat merupakan ikon daerah ini," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Kamis (8/3/2018). 

Taufiq menginginkan agar produksi ikan jelawat meningkat. Tidak ada alasan jelawat rentan mati atau apapun. Karena dulu Kotim merupakan penghasil jelawat.

Namun karena sesuatu dan lain hal sehingga jelawat sulit dibudidayakan di daerah ini. Belum lagi daerah penghasil jelawat kini sudah masuk kabupaten lain akibat pemekaran. 

Pemerintah Kotim saat ini terus berupaya agar produksi ikan jelawat kembali ditingkatkan. Dinas Perikanan diminta melakukan upaya-upaya membantu masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan jelawat tersebut. 

--page

"Kasihkan bibit kepada masyarakat, dan beri mereka pembelajaran untuk merawat dan memelihara ikan tersebut. Hingga nantinya budidaya jelawat terus berkembang," pesan Taufiq. 

Taufiq juga mengungkapkan, selain meningkatkan budidaya ikan jelawat, produk olahannya juga harus terus ditingkatkan. Seperti membuat kerupuk jelawat, bakso, lontong, dan sejumlah jenis makanan lainnya.

Hal itu dilakukan karena jelawat telah ditetapkan sebagai ikon Kota Sampit. Sehingga harus terus dikembangkan dan dijaga kelestariannya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)