BORNEONEWS, Sampit - Buaya yang menerkam Jumiati (49) warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kamis (8/3/2018) diperkirakan besarnya mencapai 3 meter lebih.
"Kalau saya lihat itu kira-kira besarnya lebih 3 meter," kata korban Jumiati, menceritakan peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya tersebut, Jumat (9/3/2018).
Dia mengatakan, buaya yang menyerangnya sangat berbeda dengan yang sering dilihat warga sekitar. Selain ukurannya yang cukup besar, bentuk mulutnya juga berbeda.
"Kalau yang sering kami lihat itu mulutnya berbentuk moncong dan memanjang. Sedangkan yang menyerang saya bentuk mulutnya lebar," kata Jumiati.
Diduga bahwa buaya yang menerkam tersebut merupakan buaya muara yang memang dikenal ganas dan pemangsa. Hal itu dikarenakan bentuk mulutnya yang lebar.
--page
Sementara itu, warga sekitar memang sering melihat kemunculan buaya di sekitar lokasi kejadian. Namun ukurannya kecil dan jenisnya diperkirakan buaya capit. Sehingga tidak menyerang masyarakat yang beraktivitas di sana.
Korban diserang buaya saat mencuci pakaian di lanting tepi Sungai Mentaya sekitar pukul 18.00 WIB. Ketika membilas, pakaiannya seperti tersangkut. Dia berupaya menarik. ternyata yang muncul buaya dan menyerang tangan kiri korban.
Dia pun memukul kepala buaya menggunakan tangan kanannya. Hingga berhasil terlepas dari cakaran hewan ganas tersebut.
Walaupun sudah terlepas, rupanya hewan tersebut kembali menerkam tangan kanan korban yang berada di atas lanting. Beruntung saat itu terhalang kayu ulin. Sehingga tidak seluruh telapak tangan kanannya masuk ke dalam mulut buaya. Korban selamat dari insiden itu meski menderita luka-luka. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








