JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) yang belakangan melemah, diperkirakan akan bergerak positif akhir pekan ini (9/3/2018) di tengah ramainya sentimen yang menekan pasar.

"CPO pada perdagangan hari Kamis kemarin ditutup di harga RM2.449 dengan peluang jangka pendek mengalami penguatan atau kenaikan karena harga yang ada saat ini merupakan harga rendah yang terjadi sepanjang Maret 2018," kata tim analis Monex Investindo Futures dalam risetnya di Jakarta, Jumat (9/3/2018). 

Penguatan harga CPO itu setidaknya sampai pada resistance di area RM2.503 dengan level yang memungkinkan berlanjut menuju RM2.530, imbuh tim Monex. 

"Meskipun berada di tengah larangan impor oleh Eropa yang dinilai diskriminatif, CPO tetap menjadi komoditas yang memiliki nilai tinggi di masa depan," lanjut Monex. 

Harga minyak sawit telah turun lebih dari 5% sejak Kamis kemarin, setelah importir minyak nabati terkemuka India menaikkan pajak impor minyak nabati ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

--page

Ada ekspektasi kenaikan produksi (pada Maret), namun secara keseluruhan ekspor dari Malaysia diperkirakan turun 11,9% menjadi 1,33 juta ton pada perhitungan Februari, menurut rilis dari Reuters. 

Produksi minyak sawit dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 70,84 juta ton tahun ini, dari 67,87 juta ton pada 2017, sebagian didorong oleh produksi Indonesia sebesar 38,8 juta ton dengan perkiraan produksi minyak sawit Malaysia mencapai 20,76 juta ton tahun ini, atau 4,2 persen lebih tinggi dari 19,92 juta ton pada 2017. (NEDELYA RAMADHANI/m)