BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur menyebutkan serangan buaya di perairan Mentaya merupakan ancaman bagi masyarakat yang tinggal di bentaran sungai. Karena itu pemkab diminta tidak tutup mata.
Pernyataan Rudianur beralasan karena sejauh ini ia menilai belum ada tindakan konkret dari pemerintah kabupaten untuk mengantisipasi dan melindungi warganya dari serangan binatang predator tersebut.
Menurut Rudianur, ancaman buaya ini tidak hanya sekali ini saja terjadi akan tetapi sudah beberapa kali. "Tapi sayangnya hal itu masih belum ada solusi yang dilakukan dari pemerintah daerah," kata Rudianur Minggu (11/3/2018)
Diungkapkannya bahwa warga di daerah Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut tentunya hidup dalam kewaspadaan dan perasaan yang was-was.
Sebab predator itu bisa datang kapan saja memangsa warga sekitar apalagi sejak beberapa tahun terakhir serangannya sudah pernah memakan korban jiwa.
--page
Padahal, kata dia kejadian beberapa waktu lalu yang memakan korban hendaknya jadi catatan merah bagi pemkab agar ada solusinya. Karena masalah itu harus segera diberikan solusi untuk warga yang selama ini aktivitas mengandalkan air sungai.
"Memang warga juga hendaknya mengurangi kegiatan di sungai setelah kejadian berbahaya itu, " tukasnya.
Rudianur berharap agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) setempat juga bisa memberikan solusi. Karena, apabila warga yang menanganinya pasti akan diburu buaya tersebut. Hal ini tentunya berlawanan dan akan dikenakan perbuatan melawan hukum pada akhirnya kepada warga.
Maka dari itu jangan sampai warga yang memburunya, karena itu juga tidak dibenarkan. "Makanya kita percayakan penanganan hal semacam ini untuk ditangani langsung oleh pemkab bersama dengan BKSDA," tegas Rudianur.
Rudianur menyebutkan bahwa dibalik mengganasnya serangan buaya kepada manusia juga karena habitatnya sudah dirusak. Selain itu pencemaran sungai yang tinggi tentunya membuat ekosistem mereka tidak lagi seperti sedia kala.
--page
"Kami meminta agar para kepala desa aktif mengingatkan warganya untuk tidak beraktifitas di sungai. Terutama di pagi, senja hingga malam hari. Sebab , hewan itu rata rata menyerang manusia pada jam-jam itu," pungkasnya. (NACO/B-5)








