SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Tangar, Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan adanya peristiwa pembunuhan terhadap Gazali Rahman (23) yang diduga dilakukan oleh Sar(38), tak lain adalah kakak ipar korban.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Minggu (18/3/2018) sekira pukul 23.30 WIB.

Saat ditemui di ruang jenazah RSUD dr Murjani Sampit, Sonia, ibu korban menerangkan, kejadian itu bermula ketika korban hendak meminta uang kepada istri pelaku sebesar Rp50 ribu, namun tidak diberi.

Merasa kesal, korban yang dikenal sering mabuk itupun berseteru dan sempat hendak melontarkan pukulan ke wajah sang kakak. Melihat kejadian itu, pelaku pun berusaha mencegah. Akan tetapi korban kembali berbuat onar.

"Dari situlah menantu saya itu kehilangan kesabaran dan langsung mengambil senjata tajam yang ada di tiang rumah. Kemudian ia (pelaku) tebaskan ke beberapa bagian tubuh anak saya," lanjut Sonia.

--page

Korban seketika meninggal dunia dengan beberapa luka besar, di antara dibagian tengkuk leher korban hingga mengeluarkan darah yang begitu banyak. Tidak berapa lama setelah melakukan tindakan brutal tersebut, pelaku langsung melarikan diri.

"Sekarang saya tidak tahu abah Iwan (nama panggilan pelaku) ada di mana. Tidak berapa lama setelah kejadian itu, ia langsung pergi," tuturnya.

Kini jenazah korban sedang menuju perjalanan ke rumah duka yang berada di desa tersebut dengan menggunakan ambulans untuk segera dilakukan proses pemakaman.

Sebelumnya, visum telah dilakukan oleh para medis. Namun belum hasil nya belum keluar. 

Sementara ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut. Namun menurut informasi, aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara dan sedang melakukan pencarian terhadap pelaku. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)