JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Senin (19/3/2018) terdapat peluang penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka dengan perlu adanya penembusan harga pada resisten di kisaran RM2.565 (r1), RM2.603 (r2), dan RM2.666 (r3). 

"namun demikian, juga terbuka potensi pelemahan dengan acuan support pada kisaran harga RM2.440 (s1), RM2.402 (s2), dan RM2.340 (s3)," kata Analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Senin (19/3/2018). 

Untuk perdagangan Jumat (16/3/2018), harga CPO ditutup pada harga RM2.416, dipengaruhi oleh adanya pelemahan mata uang Ringgit Malaysia sehingga di akhir pekan lalu membuat laju penguatan harga CPO sepanjang sepekan harus terhenti. 

Pada situasi seperti ini, kata Arie, saat pelemahan pada mata uang Ringgit Malaysia umumnya memberi dukungan pada CPO dengan membuatnya menjadi lebih murah bagi pelaku pasar pemegang mata uang asing. 

Tercatat pada Jumat pekan lalu, volume transaksi CPO menjadi yang terbanyak sepanjang pekan dengan lebih 8.500 Lot transaksi.  

--page

Pada saat yang sama, ujarnya, diprediksi angka produksi CPO akan lebih tinggi pada Maret ini dengan asumsi pada Maret memiliki jumlah hari kerja lebih banyak dibandingkan pada Februari, dan hasilnya cenderung akan meningkat sejalan dengan tren musiman bertepatan permintaan menjelang Ramadhan. Dengan demikian, kisaran harga pun akan tetap terjaga. (NEDELYA RAMADHANI/m)