PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aparat Polres Palangka Raya masih mendalami peristiwa tewasnya seorang pemulung, Marjani (60) setelah kesambar bucket excavator di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jalan Tjilik Riwut Km 14, Senin  (19/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB. Sejauh ini, belum ada penetapan tersangka dalam insiden tersebut.

"Kita masih melakukan pendalaman. Di samping itu juga berkoordinasi dengan kejaksaan," kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar, Rabu (21/3/2018).

Dia menuturkan, Yusnadi (45), sang operator alat berat itu masih berstatus terperiksa. Di sisi lain, pihaknya juga sudah memeriksa pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Palangka Raya.

"Ada sembilan orang yang sudah diperiksa. Nanti kita lihat hasilnya. Yang jelas masih kita dalami," tutur Kapolres.

Adapun insiden itu, korban tewas seketika setelah kesambar bucket excavator. Bagian perutnya langsung putus. Sebelum kejadian, korban awalnya memulung sampah di kawasan itu.

--page

Sedangkan excavator juga beraktivitas merapikan sampah yang ada di bawah. Pada saat melakukan suwing sampah, pemulung itu kesambar bucket. (BUDI YULIANTO/B-11)