JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kemenangan Indonesia atas Uni Eropa (UE) terkait perselisihan dagang soal biodiesel, telah memberikan sentimen positif terhadap pasar minyak sawit (CPO).

Hal itu terlihat dari pergerakan naik harga minyak sawit berjangka untuk kontrak Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange sebesar 0,5% menjadi RM2.448 (US$623,85) per ton.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi UE memutuskan bahwa blok negara-negara Uni Eropa harus menghapuskan pungutan anti-dumping terhadap impor biodiesel dari Indonesia. Untuk diketahui, Indonesia merupakan salah satu pengekspor biodiesel berbasis minyak sawit terbesar dunia.

"Berita tentang kemenangan Indonesia terkait biodiesel telah mendongkrak pasar," kata pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Menurut dia, banyak pelaku pasar yang memutuskan beli minyak sawit setelah kabar tersebut muncul, dan aksi beli itu juga dilakukan untuk memanfaatkan momentum sebelum kenaikan pajak ekspor oleh Malaysia diterapkan pada 7 April mendatang.

--page

Adapun faktor lain yang mendongkrak harga CPO adalah data ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Maret yang naik 15,3% menjadi 913.091 ton dari 791.992 ton pada periode 1-20 Februari.

Sedangkan Cargo surveyor Societe Generale de Surveillance melaporkan ekspor pada periode yang sama tumbuh 13,6% seiring dengan peningkatan permintaan dari China, Pakistan dan India. (NEDELYA RAMADHANI/m)