JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Rabu (28/3/2018) karena sentimen negatif dari dua faktor. 

Pada perdagangan Selasa (27/3/2018), harga CPO berjangka untuk kontrak Juni ditutup turun 0,1 persen menjadi 2.431 ringgit ($627,27) per ton. Bahkan harga sempat jatuh ke level terendah sepekan di 2.410 ringgit.

Pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Rabu, mengatakan menguatnya ringgit dan ekspektasi kenaikan produksi dalam beberapa bulan ke depan menjadi faktor yang menahan gerak harga CPO. Meski estimasi peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri akan memberikan dorongan bagi penguatan harga dalam jangka pendek.  

"Produksi pada Maret dan April juga diperkirakan meningkat," ucapnya. 

Sedangkan ringgit menguat 0,5 persen terhadap dolar AS pada Selasa menjadi 3,8755. 

--page

Untuk beberapa faktor pendukung CPO adalah membaiknya harga kontrak minyak kedelai untuk Mei di Chicago Board of Trade sebesar 0,2 persen, Selasa, meski di Dalian Commodity Exchange, kontrak minyak kedelai turun 0,1 persen.

Tetapi kontrak minyak sawit di Dalian mencatat penguatan tipis 0,1 persen.

Pada intinya, sentimen yang beredar di pasar saat ini kurang mendukung pergerakan positif harga CPO, imbuh pelaku pasar tersebut. (NEDELYA RAMADHANI/m)