BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberadaan barrier pembatas jalan yang ada di Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya perlu lampu penerangan. Pasalnya, barrier yang terbuat dari beton itu sudah berulang kali ditabrak pengendara pada malam hari.
Di Jalan Tjilik Riwut Km 10, misalnya. Dari data Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya, selama 2018 sudah ada tiga peristiwa kecelakaan tunggal yang ditangani.
Masing-masing yakni melibatkan motor, mobil dan truk. Bahkan untuk pengendara motor meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan tim medis.
Peristiwa terakhir yang ditangani Unit Laka yakni kendaraan jenis truk Fuso KH 8189 AP setelah menabrak barrier pada Sabtu (10/3/2018) malam. Truk tersebut lalu terguling.
Untungnya, tidak ada korban dalam insiden itu. Namun demikian, sempat membuat arus lalu lintas dari arah Palangka Raya - Bukit Batu tergganggu.
--page
Menyikapi hal ini, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengatakan sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan supaya bisa memasang lampu penerangan.
"Kita sudah komunikasi dengan dinas perhubungan dan PU untuk minta scotlight atau lampu ditempel di atas barrier," kata AKBP Timbul, Rabu (28/3/2018). (BUDI YULIANTO/B-11)








