JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Monex Investindo Futures menyatakan ada kecenderungan perbaikan harga minyak sawit mentah (CPO) akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

"Hal ini dapat terjadi apabila China juga menerapkan kenaikan tarif impor kepada Amerika Serikat. Mengenai perang dagang antara Amerika Serikat dengan China mungkin berpotensi untuk mempengaruhi harga," kata analis PT Monex Investindo Futures, Arie Nurhadi, dalam risetnya pekan ini.

Arie menilai, jika China memberlakukan juga pada tarif impor pada komoditas kedelai Amerika Serikat, maka harga kedelai Amerika Serikat akan benar-benar jatuh. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga akan berimbas positif bagi harga CPO.

"Situasi ini justru akan menjadi potensi positif untuk harga CPO. Memang belum ada rilis resmi mengenai kabar ini, namun pelaku pasar tetap menantikan ketidakpastian yang ada," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menetapkan tarif sekitar US$60 miliar atau sekitar Rp827,34 triliun atas produk China masuk ke Negeri Paman Sam. Kebijakan Trump ini memicu perang dagang.

--page

Kebijakan Trump tersebut dirancang untuk menghukum China atas praktik perdagangannya. Pemerintahan AS di bawah Donald Trump menilai China mencuri kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan AS.

China bereaksi terhadap langkah Trump. Mereka tidak takut perang dagang dan berencana menerapkan tarif terhadap 128 produk AS. (NEDELYA RAMADHANI/m)