BORNEONEWS, Sampit - Ibu korban terkaman buaya berusia 17 ternyata melihat langsung insiden yang nyaris merenggut nyawa anaknya tersebut. Korban diterkam hewan itu di Sungai Lemiring, anak Sungai Mentaya, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (2/4/2018).
"Saat itu ibu berada di samping saya, dan melihat langsung kejadian tersebut. Dia sempat kaget sebelum akhirnya menolong saya naik ke atas lanting," kata korban..
Walaupun sempat syok, namun sang ibu cepat sadar dan menarik tangan anaknya untuk naik ke atas lanting, beberapa saat setelah buaya melepaskan gigitan. Sang ibu pun meminta pertolongan kepada suaminya yang masih berada di daratan.
Korban kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Mako Ditpolair Polda Kalteng, hingga akhirnya dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.
"Saat itu darah terus keluar, bahkan rasanya sangat sakit. Ada luka robek dan juga ada beberapa lubang bekas gigitan," kata Yapqahu.
--page
Korban mengalami terkaman buaya pada Senin (2/4/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, dia mencuci pakaian di lanting Sungai Lemiring tersebut. Tiba-tiba datang seekor buaya tanpa diketahui yang langsung menerkam tangan kiri korban. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








