SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Walaupun ada penduduk yang kembali diserang buaya di Sungai Lemiring anak Sungai Mentaya pada Senin (2/4/2018) kemarin, namun warga di sana tetap seperti biasa beraktivitas di sungai.

Mereka tampaknya tidak resah atas maraknya kasus penyerangan buaya tersebut.

Hal itu terlihat pada Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, di mana sejumlah warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tinggal di tepi Sungai Lemiring tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka mencuci pakaian dan mandi di lanting-lanting tanpa takut diserang hewan buas tersebut.

"Kalau takut ada sih di dalam hati, tapi karena sudah terbiasa mandi di sungai ini, makanya kami tetap melakukan aktivitas seperti biasanya," ujar Rokayah, warga Ganepo, Selasa (3/4/2018).

Ia mengatakan, aktivitas tersebut dilakukan karena sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Walaupun tidak jarang warga sekitar yang melihat adanya kemunculan buaya tersebut.

--page

Mereka juga mengaku bahwa hampir tiap hari ada saja melihat buaya melintas. Terutama di daerah muara Sungai Lemiring. Namun hal itu sudah menjadi terbiasa, dan tidak terlalu dikhawatirkan mereka.

"Kalau mencuci dan mandi di lanting ini enak. Air tidak usah ditimba, karena langsung saja di bila ke dalam air tersebut," kata Rokayah.

Pantauan di desa tersebut, terlihat sejumlah warga baik itu perempuan maupun laki-laki tetap beraktivitas seperti biasanya. Bahkan saat mandi di sungai tersebut, mereka tidak hanya menggunakan gayung mandi. Namun ada juga yang langsung berenang saat mereka mandi.

padahal kemarin baru saja seorang pelajar, Yapqahu Kauli (17) menjadi korban sambaran buaya. Beruntung berhasil selamat, namun tangan kirinya mengalami luka parah hingga harus dijahit. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)