SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meskipun menjadi korban serangan buaya hingga membuat tangan kirinya mengalami luka-luka. Namun remaja berusia 17 siswa klas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini tetap bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK 3 Sampit.

"Kondisi saya sudah membaik, walaupun masih terasa sakit dan nyeri di tangan kanan saya. Sehingga saya tetap bisa melaksanakan ujian," ujar  korban saat ingin berangkat ke sekolah, Selasa (3/4/2018).

Ia  merasakan bahwa saat ini tangannya masih sakit. Apalagi luka yang diderita bekas gigitan buaya tersebut dijahit hingga lima jahitan, sehingga rasa nyeri terus dideritanya. 

"Mau tidak mau itu harus saya rasakan. Karena UNBK tidak bisa diundur. Dan terkaman buaya ini saya anggap adalah musibah," kata Yapqahu. 

Ia sangat beruntung yang mengalami luka di bagian tangan kirinya. Sehingga tangan kanan masih bisa memegang mouse komputer untuk mengerjakan soal ujian. Walau tidak leluasa seperti sebelum mengalami luka. 

--page

"Masih bisa saja saya ngerjakan USBN ini. Walaupun tidak senyaman sebelum mengalami luka," terangnya.

Dengan adanya hal itu, ia berharap agar apa yang dilakukan olehnya bisa menjadi berkah dan mendapatkan hasil yang memuaskan hingga akhirnya di bisa lulus dari sekolah.

Sedangkan musibah tersebut menjadi pembelajaran bagi dirinya untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di tepi sungai. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)