SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Korban yang diserang buaya mengaku sebenarnya ia sudah melihat buaya berada di sekitar dirinya saat mandi.

Namun karena remaja berusia 17 itu mengira bahwa hewan buas tersebut tidak mengganggu, maka warga Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini tetap meneruskan aktivitasnya di tepi sungai tersebut. 

"Awalnya saya melihat saja keberadaan buaya tersebut di dekat lanting. Tapi saya kira dia tidak mengganggu. Namun ternyata malah saya yang diserang," ujar Yapqahu, Selasa (3/4/2018). 

Saat kejadian itu, sebenarnya ia mandi dan cuci pakaian bersama ibu dan adiknya yang masih kecil. Bahkan ibunya lebih dulu di lanting tersebut untuk mencuci pakaian. 

Namun tidak berapa lama dia berada di lanting itu, dan pada saat hendak membilas pakaian ternyata buaya yang awalnya terlihat di dekatnya langsung menerkam tangan kirinya.

--page

Hal itupun membuat korban terjatuh ke dalam sungai. Namun beruntung gigitan buaya tersebut berhasil terlepas. Sehingga dia langsung menyelamatkan diri naik ke atas lanting dengan dibantu sang ibu. 

"Beruntung terkaman itu terlepas, sehingga saya bisa menyelamatkan diri," kata korban.

Saat ini ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan sudah turun ke sekolah untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Walaupun luka yang dideritanya masih dirasakan sakit. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)