BORNEONEWS, Sampit - Insiden serangan buaya terhadap seorang pelajar di Sungai Lemiring, anak Sungai Mentaya, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), disikapi serius Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit.
Terkait itu, BKSDA mengeluarkan himbauan agar sementara waktu warga mengurangi aktivitas di tepi sungai.
"Demi keselamatan, warga jangan dulu beraktivitas di tepi sungai. Karena sangat rawan terjadi serangan buaya," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Selasa (3/4/2018).
Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah mendapat informasi terkait serangan buaya terhadap warga desa tersebut. BKSDA juga menghubungi Kepala Desa Ganepo untuk menyampaikan imbauan itu.
"Sudah saya hubungi kadesnya dan mudah-mudahan warga mengurangi aktivitas di tepi sungai," kata Muriansyah.
--page
Sementara itu, meski ada insiden surangan buaya, masih banyak masyarakat yang mandi di lanting di Sungai Lemiring. Bahkan ada beberapa yang menceburkan diri ke dalam sungai tersebut, seakan tidak khawatir diserang buaya.
Dalam dua bulan terakhir ini, sudah ada dua korban serangan buaya di desa yang sama. Beruntung keduanya berhasil selamat. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)
Keterangan foto : Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kotim saat sedang bermain di tepi Sungai Lemiring, yang sebelumnya ada terjadi serangan warga terhadap warga sekitar.








