SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit menindaklanjuti insiden serangan buaya di Sungai Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Rencananya, BKSDA akan memancing buaya tersebut menggunakan umpan bebek. 

"Rencananya besok Rabu (4/4/2018) kami akan memancing buaya tersebut. Mudah-mudahan berhasil ditangkap," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Selasa (3/4/2018). 

Dia mengatakan, pancing buaya tersebut akan dipasang di dua lokasi rawan. Rinciannya, satu pancing diletakkan di Muara Sungai Lemiring, dan lainnya ditempatkan di dalam sungai. 

BKSDA sangat berharap bisa menangkap buaya tersebut. Sehingga masyarakat lebih aman. Jika tertangkap, buaya itu akan dibawa ke lokasi konservasi. 

"Ini kami lakukan sebagai cara untuk mengamankan buaya tersebut, agar tidak mengganggu warga sekitar," kata Muriansyah. 

--page

Adapun insiden serangan buaya itu, dialami seorang pelajar SMKA bernama Yapqahu Kauli (17). Korban terluka di bagian tangan kirinya.

Dan itu bukanlah satu-satunya korban gigitan buaya di Sungai Lemiring tersebut. Namun sudah lebih dari empat orang korban. Untungnya, semua korban berhasil selamat dan hanya mengalami luka. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)