SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit melakukan pemancingan buaya di muara Sungai Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (4/4/2018). 

Ada dua pancing yang dipasang di sungai tersebut yakni di muara dan di dalam sungai tersebut. Namun upaya itu belum membuahkan hasil. Bahkan hingga sore belum ada buaya yang tertangkap.

"Belum ada hasil hingga sore hari. Pancing masih kami pasang di dua titik tersebut," kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah,

Walaupun tidak membuahkan hasil, namun upaya penangkapan buaya dengan cara pancing dengan umpan bebek tersebut akan dipasang selama satu pekan. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan pihak Kepala Desa Ganepo dan warga sekitar, untuk turut mengawasi pancing.

"Sudah kami beritahukan kepada kepala desa, untuk turut memantau pancingan tersebut setiap harinya," kata Muriansyah. 

--page

Untuk sementara waktu, BKSDA meminta kepada masyarakat Desa Ganepo agar menahan diri untuk beraktivitas di sungai. Karena saat ini buaya sedang dalam keadaan mengancam. Sehingga lebih baik waspada daripada menjadi korban  lagi. 

Adanya pemancingan buaya tersebut dilakukan seetelah pada Senin (2/4/2018) sore, seorang pelajar bernama Yapqahu Kauli (17) menjadi korban serangan buaya. Beruntung dirinya berhasil selamat, hanya saja tangan kirinya mengalami luka yang cukup parah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)