BORNEONEWS, Sampit - Dalam sebulan terakhir, ada dua korban serangan buaya di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itupun menjadi perhatikan pemkab yang akan menggelar rapat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit untuk membahas permasalahan tersebut.
"Kami akan segera menanyakan langsung ke BKSDA permasalahan ini. Terutama faktor apa saja yang membuat buaya semakin ganas hingga menyerang masyarakat," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Rabu (4/4/2018).
Halikin prihatin dengan adanya musibah tersebut. Dia pun berdoa jangan sampai ada warga lagi yang menjadi korbannya. Baik itu yang mengalami luka-luka maupun korban jiwa.
Halikinnor juga mengimbau masyarakat agar untuk sementara waktu menahan diri beraktivitas di sungai. Terutama pada saat sore menjelang maghrib. Karena dari beberapa kali, serangan buaya terjadi di waktu-waktu tersebut.
"Dalam sebulan terakhir saja sudah dua orang korban serangan buaya. Dan itu semua terjadi pada sore menjelang magrib. Jadi hindarilah beraktivitas di sungai saat-saat waktu tersebut," kata Halikinnor.
--page
"Kami akan tanyakan itu ke BKSDA, mungkin saja saat ini musim kawin. Jadi buaya semakin ganas," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








