BORNEONEWS, Pangkalan Bun - CIMB Equities Research memperkirakan rendahnya stok minyak sawit untuk Maret dan kekhawatiran atas menurunnya panen kedelai di Amerika akan memberikan dukungan bagi harga minyak sawit mentah (CPO).
Lembaga riset ini juga memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan di kisaran RM2.400 hingga RM2.600 per ton pada April dan bergerak rata-rata di level RM2.700 per ton pada 2018.
Menurut CIMB Research, produksi CPO Malaysia tampaknya akan tumbuh 6% secara bulanan (month-on-month) menjadi 1,42 juta ton pada Maret 2018.
Sedangkan peningkatan ekspor bulanan pada Maret terutama ditopang oleh tingginya permintaan dari China, (+84% month-on-month), India (+78% month-on-month) dan Pakistan (+114%), karena para pelaku pasar lebih memilih mengekspor CPO dari Malaysia sebelum negeri itu menerapkan kembali bea keluar sebesar 5% untuk CPO yang efektif berlaku pada 1 April 2018.
“Harga rata-rata CPO turun 2,5% month-on-month menjadi RM2.426 per ton pada Maret 2018. Hal ini sebagian karena kebijakan India menaikkan bea masuk terhadap CPO sebesar 14% menjadi 44% pada Maret," kata CIMB Research, seperti dilansir The Star.
--page
Adapun penurunan produksi kedelai di Argentina lebih disebabkan karena kekeringan berkepanjangan dan meningkatnya volume ekspor CPO yang melebihi perkiraan pada Maret 2018. (NEDELYA RAMADHANI/m)








