SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah keanehan dinilai warga Ganepo terhadap komunitas buaya yang hidup di Sungai Lemiring, anak sungai Mentaya ini. Betapa tidak, pernah suatu waktu warga melihat ada sekitar 10 ekor buaya muncul di perairan, namun saat akan ditembak tiba-tiba senapan sang penembak rusak.

Warga Ganepo menilai buaya yang beberapa kali telah menyambar penduduk di wilayahnya itu memang sulit ditangkap. Pihaknya sudah beberapa berupaya menangkap buaya tersebut namun tak kunjung membuahkan hasil. 

Ini pula yang dialami pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit. BKSDA terus berupaya menangkap buaya dengan cara memancing di sekitar Sungai Lemiring, Desa Genepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun sudah dua hari predator penyambar manusia ini belum berhasil ditangkap. 

Padahal, di Sungai tersebut banyak populasi buaya. Bahkan ada beberapa orang sekitar yang pernah melihat dan menghitung buaya yang muncul mencapai delapan sampai 10 ekor.

Itu yang terlihat saja, belum lagi yang belum terlihat. Hal itupun membuat warga bingung. Karena saat berupaya menangkap buaya tersebut, pihaknya menemukan sejumlah keanehan. 

--page

"Pemburu babi hutan sebelumnya pernah berupaya menembak buaya tersebut. Namun anehnya senapan yang dia gunakan untuk menembak malah seketika rusak. Padahal sebelumnya tidak ada gangguan sama sekali terhadap senjata tersebut," ujar Rahmat, salah satu warga sekitar, Kamis (5/4/2018). 

Hal itu tidak hanya dialami oleh satu orang warga saja. Namun sudah ada beberapa yang mencoba menembak buaya yang muncul tersebut. Tetapi tetap saja mengalami hal yang sama, yakni tiba-tiba saja senjata tersebut yang akan dipakai mengalami kerusakan. 

Kondisi ini membuat warga sekitar tidak lagi ingin mengganggu dan menangkap buaya tersebut. Karena takut ada hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Sejak ada kejadian itu, kami tidak lagi mengganggu buaya tersebut. Kalau melihat buaya, kami hanya diam saja, tanpa bereaksi," kata Rahmat. 

Namun mereka berharap agar hal itu menjadi perhatian pemerintah. Dan apa yang dilakukan BKSDA untuk melakukan penangkapan terhadap buaya tersebut membuahkan hasil. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)