BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beberapa sentimen positif yang beredar di pasar membuat harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi melanjutkan penguatannya akhir pekan ini.
Adapun pada perdagangan Kamis (5/4/2018) harga CPO berhasil ditutup lebih tinggi dibandingkan penutupan pada hari perdagangan sebelumnya di level RM2.472.
"Dirilisnya kenaikan tarif China hingga 25 persen pada 128 produk AS, termasuk komoditi kedelai di dalamnya, memberikan dukungan kepada harga CPO dan kondisi ini direspons positif oleh pelaku pasar," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi di Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Menurut dia, prediksi pada akhir Maret lalu tentang kemungkinan aksi balasan China terhadap Amerika Serikat, akhirnya benar-benar terealisasi, bukan hanya sekadar wacana meskipun tidak secara langsung diberlakukan pada produk CPO.
Langkah China untuk memberlakukan tarif impor kedelai AS diprediksi akan meningkatkan permintaan terhadap CPO, setidaknya dalam jangka pendek, sebut Arie.
--page
Sektor perkebunan kelapa sawit, ucapnya, diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari perang dagang China - Amerika Serikat ini, karena China berpotensi dapat mengalihkan permintaan dari komoditi kedelai menjadi komoditi kelapa sawit (CPO) menyusul bea masuk yang diusulkan China pada komoditas tertentu dari Amerika Serikat.
Untuk perdagangan Jumat ini, pergerakan harga CPO sedang pada level RM2.472. Hari ini adalah batas akhir di Bursa Malaysia mengenai pengenaan pajak CPO, dan akan efektif kembali pengenaan tersebut sebesar 5 persen pada awal pekan depan.
"Pada perdagangan hari ini terdapat peluang penguatan dengan perlu adanya konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.472 (resistance 1), RM2.500 (resistance 2), dan RM2.534 (resistance 3)," ujarnya.
Selain itu, terbuka juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support pada kisaran harga di RM2.396 (support 1), RM2.382 (support 2), dan RM2.348 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








