BORNEONEWS, Sampit - Kasus tewasnya NF (24), pada Oktober 2017 hingga kini masih belum terungkap dan menjadi PR Polres Kotim. Bahkan, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian jika korban dibunuh, meskipun dari hasil visum ditemukan luka akibat hantaman benda tumpul.
Terkait itu, Polres Kotim telah berkoordinasi dengan Brimob serta Polda Kalteng untuk mendalami penyelidikan. Polisi juga membawa Atjin, suami korban, ke Puslabfor Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami menggandeng tim dari Brimob serta Polda Kalteng untuk mendalami kasus ini. Suami korban sudah dibawa ke Puslabfor Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Wiwin Jinanto Supriyadi, Rabu (11/4/2018).
Sejauh ini, Wiwin beralasan, polisi masih minim bukti dan juga saksi. Beberapa waktu lalu petugas sempat melakukan pemeriksaan ulang di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Sampit, lokasi pertama kali ditemukannya Nur Fitri tewas.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pergi bersama suaminya ke tempat hiburan malam. Selain itu, beberapa orang lainnya yang diketahui pergi bersama korban sebelum meninggal, juga diperiksa.
--page
"Saat ini memang masih terkendala bukti dan saksi. Tim gabungan juga sudah memeriksa ulang lokasi korban ditemukan tewas tanpa ada barang berharga yang hilang. Kami akan berupaya mengungkap dan menyelesaikan kasus ini," tutur Wiwin. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








