BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Kamis (12/4/2018), transaksi CPO di Bursa Malaysia ditutup melemah dibandingkan hari perdagangan sebelumnya di RM2.423, yang merupakan penurunan keempat kalinya sejak awal pekan ini.
Untuk perdagangan akhir pekan ini harga CPO diprediksi mampu menguat menyusul perpanjangan penundaan pengenaan bea keluar CPO oleh otoritas Malaysia hingga akhir April 2018. "Selain itu, optimisme bahwa perang dagang antara Amerika Serikat – China turut menjadi faktor yang justru akan menopang penguatan harga CPO," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi di Jakarta, Jumat (13/4/2018).
Menurut Arie, ekspor CPO diperkirakan akan tetap kuat pada bulan ini menyusul kinerja yang kuat pada bulan sebelumnya. Terlebih sudah mulai mendekati Ramadan, negara-negara mayoritas Muslim memerlukan pasokan atau stok untuk mencukupi kebutuhan komoditas tersebut selama Ramadan dan Idul Fitri.
Pekan ini merupakan periode di mana harga CPO terkoreksi setelah penguatan hingga kisaran tertinggi di RM2.500-an. Pada perdagangan Jumat ini, pergerakan harga CPO sedang berada di kisaran level RM2.422.
"Adapun pada perdagangan hari ini terdapat potensi penguatan dengan perlu adanya konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.476 (resistance 3), RM2.453 (resistance 2) dan RM2.436 (resistance 1)," katanya.
--page
Namun demikian, kata Arie, juga terbuka potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.411 (support 1), RM2.396 (support 2), dan RM2.373 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








