JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - MIDF Research telah menurunkan asumsi harga rata-rata CPO menjadi RM2.600 per ton seiring dengan nilai tukar dolar AS terhadap ringgit Malaysia telah turun sekitar 9% menjadi RM3,86 per 10 April 2018.

“Turunnya nilai tukar dolar-ringgit biasanya memicu pelemahan harga CPO karena ini akan mengurangi daya saing harga CPO terhadap minyak nabati lain. Pasalnya, minyak nabati berbasis kedelai ditransaksikan dengan dolar AS," sebut MIDF dalam risetnya pekan ini.

Ditambah lagi dengan stok minyak sawit yang meningkat melebihi ekspektasi akibat tingginya produksi pada kuartal keempat 2017, maka MIDF merevisi asumsi harga rata-rata CPO untuk 2018.

Namun demikian, MIDF Research masih memberikan proyeksi positif untuk industri perkebunan.

Beberapa analis sebelumnya memperkirakan ekspor CPO Malaysia akan tetap kuat bulan ini menyusul apiknya performa selama Maret.

--page

UOB Kay Hian Malaysia Research mengatakan keputusan Malaysia untuk memperpanjang masa penangguhan penerapan bea keluar CPO turut memberikan dukungan bagi meningkatnya ekspor komoditas tersebut.

Lembaga riset ini juga menyatakan bahwa impor dari Timur Tengah dan beberapa negara di Afrika tampaknya akan meningkat bulan ini dan pada Mei, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (NEDELYA RAMADHANI/m)